Selasa, 27 Januari 2015

Dari hal kecil menjadi bencana yang besar

Bumi sudah semakin tua dan alampun sudah tidak segagah dahulu lagi, buktinya banyak bencana yang menimpa bumi ini mulai dari banjir, longsor, kebakaran hutan, tsunami, angin puting beliung, gunung meletus, dan sebagainya. Namun dari sekian banyak bencana yang menimpa di bumi ada 3 (tiga) bencana yang masih bisa di cegah, karena dilihat dari kronologisnya ketiga bencana itu ada faktor dari tangan manusia. Berikut penjelasan dan penanggulangannya untuk meminimalisir ketiga bencana tersebut :

1. Banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan aliran sungai yang tersumbat sehingga mengakibatkan air tidak tertampung di sungai. Bila kita lihat kondisi sungai terutama di daerah ibu kota itu sudah sangat memprihatinkan, hampir di seluruh permukaan sungai tertutup oleh sampah. Sampah merupakan satu kata yang kecil namun berarti besar jika tidak segera di tanggulangi. Kesadaran masyarakatlah kunci utama dalam masalah ini. Jika pemerintah sudah berupaya mengadakan tempat sampah beribu-ribupun di pinggir jalan atau bantaran kali, bila masyarakatnya masih tidak peduli maka tempat sampah itu hanya menjadi pajangan semata. Sayang donk jika sungai kita menjadi tumpukan sampah seperti ini.
sumber : media.infospesial.net

Bila sampah terus dibiarkan dan musim hujan tiba maka bencana banjirpun tak akan bisa kita hindari lagi. 
www.dakwahmedia.com

Maka dari itu marilah kita mulai dari diri kita masing-masing untuk melakukan hal yang positif agar Indonesia terbebas dari banjir. Berikut tindakan yang perlu kita lakukan mulai sekarang :
1. Menjaga Kebersihan, lingkungan yang kotor dengan menumpuknya sampah di mana – mana menyebabkan aliran air atau bahkan sungai tidak dapat mengalir dengan derasnya. Hal ini menyebabkan pendangkalan air sungai. Cara efektif untuk mencegahnya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Daur ulang sampah yang bisa didaur ulang dan memanfaatkan sampah – sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti dibuat pupuk atau bahan bakar organik.
2.  Membuat kanal air adalah sungai buatan untuk mengalirkan air sehingga air sampai ke laut.  
3.  Membuat bendungan, bendungan dapat menampung air dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, bendungan dapat difungsikan untuk pengairan, tempat pemancingan, atau untuk pembangkit tenaga listrik.
4.  Membuat tanggul, tanggul adalah bangunan yang berbentuk tembok yang memagari pinggiran sungai. Bangunan ini dibuat untuk mencegah air meluap ke daerah – daerah yang berada di sekitar sungai . 
5.  Menjaga Kelestarian Alam, salah satu penyebab banjir adalah kelestarian alam yang sudah rusak. Pohon – pohon ditebangi dimana – mana. Adanya kebakaran hutan atau sengaja dibakar untuk kepentingan manusia juga bukit – bukit yang dibuat vila – vila mewah oleh manusia. Semuanya itu merusak kestabilan lingkungan. Terutama berkurangnya jumlah pohon yang ada di Indonesia. Padahal, pohon adalah sahabat air. Dengan menggundulinya, maka yang terjadi adalah tidak adanya penerapan air yang efektif. Hal ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya banjir di mana – mana. Cukup ironis memang di negara yang menjadi paru – paru dunia ini terjadi banjir di mana – mana. Oleh karena itu, kita bisa mencegah banjir dengan menambah pohon – pohon di sekitar kita. Tanam sebanyak mungkin pohon agar daya serap air oleh pohon bisa mencegah banjir. 
6. Buat Lubang Biopori, lubang biopori ini dapat mencegah banjir karena di lubang ini kita bisa menaruh sampah – sampah organik yang akan membusuk dan berubah menjadi kompos yang berguna bagi tanah dan dapat dimanfaatkan untuk menampung air. Cara membuatnya cukup mudh, Anda cukup membuat lubang di tanah dengan menggunakan bor tanah. Diameternya cukup 10 cm. Semakin banyak lubang biopori di halaman rumah, Anda semakin aman dari bahaya banjir.

2. Tanah Longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan,tanah, atau material campuran tersebut bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Maka dari itu, bila tidak segera kita tanggulangi maka bencana tanah longsor akan terus terjadi di negeri kita ini.


sumber:internasional.kompas.com
Marilah kita tanggulangi tanah longsor mulai dari sekarang dengan cara sebagai berikut :
1. Jangan membuka lahan persawahan di lereng bagian atas di dekat pemukiman.
2. Buatlah terasering ( sengkedan ) pada lereng yang terjal bila membangun pemukiman.
3. Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah dan melalui retakan tersebut.
4. Lakukan gerakan menanam pohon sedini mungkin
5. Jangan menebang pohon di lereng.

Penanggulangan tanah longsor mesti terintegrasi. Tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Penyatuan banyak aspek dapat membuat formula tepat pada sasaran. Mulai dari masyarakat, pemerintah, legislatif, keamanan, dan sebagainya. Maka kita harus bersatu agar Indonesia menjadi hijau demi masa depan kita bersama.

3. Kebakaran Hutan  merupakan ancaman tersendiri bagi Negara yang bersangkutan maupun bagi masyarakat dunia secara umum. Telah dipahami bahwa hutan memegang peranan yang penting bagi keseimbangan hidup di bumi. Keberlangsungan hutan bukanlah sebuah opsi tetapi sebuah keharusan. Sayangnya, beberapa tahun belakangan, kerusakan terhadap hutan seolah tak bisa dicegah. Salah satu penyebabnya adalah kebakaran, baik itu yang terjadi secara alamiah maupun karena campur tangan manusia.


 sumber:versesofuniverse.blogspot.com
Apabila terjadi kebakaran hutan maka cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan adalah sebagai berikut :
1.  Melakukan penyemprotan air secara langsung apabila kebakaran hutan berskala kecil.
2. Jika api dari kebakaran berskala luas dan besar, kita dapat melokalisasikan api dengan membakar daerah sekitar kebakaran dan mengarahkan api ke pusat pembakaran, yaitu umumnya dimulai dari daerah yang menghambat jalannya api seperti sungai, danau, jalan, dan puncak bukit.
3. Melakukan penyemprotan air secara merata dari udara dengan menggunakan helikopter atau pesawat udara.
4. Membuang hujan buatan 
Ketiga bencana tersebut masih bisa kita hindari bila penyebab dari faktor manusianya bisa di minimaliskan. Jika tidak di mulai dari diri kita dan sedini mungkin kapan berubahnya. Kasihan bila anak dan cucu kita nanti tidak bisa menikmati alam Indonesia yang kaya dan indah ini. Ayo kita bangkit bersama demi Indonesi Hijau untuk kehidupan kita di masa depan. Kita harus menjaga dan melestarikan alam dengan di mulai oleh niat serta kemauan karena tanpa adanya niat di dalam diri ini  "The Nature Conservancy Program Indonesia" di www.nature.or.id tidak akan tepat pada sasaran namun hanya ada kesia-siaan yang akan kita raih.

Salam Lestari ^_^ 






1 komentar:

  1. Ok, Thaks atas tipsnya semoga bermanfaat untuk semua orang,amin

    BalasHapus